Nama
: Konstansius Liam Sulung
NPM : 140801552
MORAL HIDUP
1.
Awal
Hidup Seorang Manusia
Ada
tiga pendapat yang mempunyai argumentasi kuat, sehingga sulit kita tentukan
manakah pendapat yang paling sesuai dengan kebenaran. Pendapat pertama
menyatakan bahwa hidup seorang manusia dimulai sejak terbentuknya sel sperma
hasil pertemuan sperma suami dan sel telur istri. Pendapat kedua menyatakan
bahwa hidup seorang seorang manusia barulah mulai sekitar 11 hari setelah
pembuahan, yakni ketika mulai muncul individualitas yang jelas, ketika kumpulan
sel-sel itu tidak mungkin lagi terpisah menjadi beberapa anak kembar. Pendapat
ketiga menyatakan bahwa hidup khas manusia barulah muncul ketika embrio berusia
sekitar 20-40 hari,yakni bila embrio itu sudah berhasil membentuk otak dalam
dirinya.
Pendapat
pertama memberikan beberapa alasan yang cukup kuat. Alasan pertama adalah
kenytaan bahwa sel sperma hasil pembuahan itu sungguh sudah hidup, mampu
berkembang dengan kekuatan sendiri. Alasan kedua sel yang hidup itu sudah dapat
dikatakan manusia karena memuat jumlah kromosom yang biasa termuat dalam
sel-sel manusia yang normal. Pendapat kedua menyampaikan kritik atas pndangan
diatas. Ditunjukkan bahwa sel pertama itu masih mudah mati secara spontan
(rupanya sampai 50% sebelum berusia 1 minggu). Manusia berciri individual,
artinya unik, tak terbagikan menjadi dua atau tiga manusia. Sel pertama masih
dapat berkembang menjadi beberapa kelompok sel, yang kemudia menjadi beberapa
janin kembar (disebut kembar 1 telur). Para ahliberpendapat bahwa sel-sel
sperma pertama itu barulah layak disebutmanusia setelah mencapai taraf
individualitas yang tetap, sehingga tak dapat dipecah lagi menjadi beberapa
janin kembar.
Pendapat
ketiga yakni ketika embrio sudah mulai memiliki otak dalam dirinya. Alasan
pertama lebih bercorak filosofis, yakni bahwa manusia berbeda dari makhluk ciptaan
lainnya karena kekampuan mental dan spiritualnya. Alasan kedua yakni bahwa
janin yang tidak berhasil membentuk otak dalam dirinya ternya akan mati dengan
sendirinya.
2.
Usaha
Pencegahan Kehamilan
Penceghan
kehamilan atau pencegahan kelahiran, harus dibedakan antara usaha kontrasepsi
dan birth control. Yang pertama-tama perlu digaris bawahi ialah pentingnya
motivasi yang benar dari suami-istri dalam mencegah kehamilan. Motivasi itu
selayaknya tidak diwarnai oleh egoisme atau materialisme, malainkan oleh rasa
tanggung jawab sosial yang tinggi. Pencegahan kehamilan dengan pantang berkala,
alasannya cara itu menghormati sepenuhnya tubuh wanita. Cara itu memacu suami
dan istri untuk bekerja sama dalam mensukseskan usaha pencegahan kehamilan
secara berdua, karena suami juga perlu terus-menerus berdialog dan belajar
semakin mengenal keadaan istrinya dan melatih suami dan istri mengatur hawa
nafsu seksual.
Kondom,
pessarium atau dutch cap dan obat-obat pembunuh sperma mempunyai cara kerja
yang sama,yakni mencegah masuknya sperma suami kedalam rahim dan saluran telur
istri.Cara pencegahan kehamilan yang masih menimbulkan perbedaan pendapat
adalah pemandulan dan penggunaan spiral. Pemandulan merupakan invervensi medis
yang tidak bersifat menyepurnakan kondisi fisik, melainkan justru mengubah
kondisi fisik yang sebenarnya normal. Penggunaan spiral ditentang oleh cukup
banyak moralis karena memungkinkan efek abortifnya.
3.
Pengadaan
Anak Secara Buatan
Kemajuan
teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk mencegah kehamilan, melainkan juga
untuk menggadakan anak buatan, artinya tanpa hubungan seks antara suami-istri.
Cara pertama adalah inseminasi yaitu dengan memasukkan sperma kedalam rahim
wanita ketika sedang masa subur. Cara kedua adalah bayi tabung caranya sel-sel
telur diambil dari saluran telur lalu masing-masing dimasukkan kedalam sebuah
tabung, tabung itu dimasukkan pula sperma suami setelah beberapa hari akan
tampaklah muncul embrio dalam beberapa tabung. Sekitar 3 embrio yang paling
baik dimasukkan kedalam rahim ibu.
Dengan
cara ectogenesis caranya ialah dengan pembuahan dan pengembangan janin
seluruhnya dalam tabung. Setelah dihasilkan embrio yang baik dengan cara
pembuahan dalam tabung fertilisasi, embrio dipindahkan dalam tabung yang lebih
besar yang dapat diharapkan dapat berfungsi sebagai rahim buatan. Dengan cara
Cloning caranya ialah dimaksudkan sebagai usaha untuk mendapatkan anak tanpa
sperma pria sama sekali. Memberi rangsangan pada sel telur dengan
harapanmemebelah diri terus menerus.
4.
Pemeliharaan
Kehidupan Dalam Rahim
Sejak
pembuahan atau paling lambat setelah embrio berhasil membentuk otak pada hari
ke 20-40 hidup manusia baru itu harus dilindungi. Dengan amniocentesis yang
dilakukan oleh tenaga medis, ibu-ibu dapat mengetahui keadaan janin dikandungan
dengan lebih tepat. Amniocentensis tidak boleh diapakai untuk usaha
pengguguran. Usaha pengguguran karena motivasi egolistis dan materialistis.
5.
Pemelihraan
Kehidupan
Sejak
lahir,bahkan sudah dalam kandungan manusia dapat hidup dengan baik apabila ia
sehat. Usaha memelihara kehidupan,kita wajib memelihara dan kehidupan sesama
dengan usaha-usaha yang sesuai dengan kemampuan kita. Dengan memelihara
kehidupan kita, kita juga wajib mencegah penyakit dan rasa sakit, hal yang
dilakukan imunisasi, pemebersihan lingkungan hidup dan menghindari kebiasan
buruk (merokok,miras, narkoba dan sebagainya). Akhirnya kita sadari bahwa
kesehatan manusiaitu sangat lah penting.
6.
Menghayati
Akhir Hidup
Betapapun
orang menjaga kesehatan dan mencegah segala penyakit, akhirnya ia juga akan
mati. Tapi kapankah manusia layak dikatakan mati? Secara sederhana orang
menyebut kematian saat orang menghembuskan nafas terakhir dan jantung berhenti
berdetak. Secara ilmiah menyebut norma kematian saat berhentinya fungsi otak.
Kematian otak itu dapat dipastikan dengan alat pencatat fungsi otak. Euthanasia
lansung artinya penghentian kehidupan secara sengaja karena belas kasihan.
Euthanasia tidak langsung usaha yang akhirnya mengakibatkan atau mendekatkan
kematian walaupun sebenarnya sama sekali tidak dikehendaki.
orang
yang menderita sakit yang tak tersembuhkan membutuhkan pendampingan yang penuh
pengertian dan kesabaran. Karena itu, ia perlu ditemani sehingga secara bertahap
ia akhirnya mau menyerah pada kehendak Tuhan. Kematian emang mengerika bagi
siapa pun, tetapi bila kenyataan itu pun diterima, orang akan dapat
menghadapinya dengan lebih tenang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar