Kamis, 13 November 2014

MORAL HIDUP



                                                                                    Nama   : Konstansius Liam Sulung
                                                                                    NPM   : 140801552   

                                                MORAL HIDUP

1.      Awal Hidup Seorang Manusia
Ada tiga pendapat yang mempunyai argumentasi kuat, sehingga sulit kita tentukan manakah pendapat yang paling sesuai dengan kebenaran. Pendapat pertama menyatakan bahwa hidup seorang manusia dimulai sejak terbentuknya sel sperma hasil pertemuan sperma suami dan sel telur istri. Pendapat kedua menyatakan bahwa hidup seorang seorang manusia barulah mulai sekitar 11 hari setelah pembuahan, yakni ketika mulai muncul individualitas yang jelas, ketika kumpulan sel-sel itu tidak mungkin lagi terpisah menjadi beberapa anak kembar. Pendapat ketiga menyatakan bahwa hidup khas manusia barulah muncul ketika embrio berusia sekitar 20-40 hari,yakni bila embrio itu sudah berhasil membentuk otak dalam dirinya.
Pendapat pertama memberikan beberapa alasan yang cukup kuat. Alasan pertama adalah kenytaan bahwa sel sperma hasil pembuahan itu sungguh sudah hidup, mampu berkembang dengan kekuatan sendiri. Alasan kedua sel yang hidup itu sudah dapat dikatakan manusia karena memuat jumlah kromosom yang biasa termuat dalam sel-sel manusia yang normal. Pendapat kedua menyampaikan kritik atas pndangan diatas. Ditunjukkan bahwa sel pertama itu masih mudah mati secara spontan (rupanya sampai 50% sebelum berusia 1 minggu). Manusia berciri individual, artinya unik, tak terbagikan menjadi dua atau tiga manusia. Sel pertama masih dapat berkembang menjadi beberapa kelompok sel, yang kemudia menjadi beberapa janin kembar (disebut kembar 1 telur). Para ahliberpendapat bahwa sel-sel sperma pertama itu barulah layak disebutmanusia setelah mencapai taraf individualitas yang tetap, sehingga tak dapat dipecah lagi menjadi beberapa janin kembar.
Pendapat ketiga yakni ketika embrio sudah mulai memiliki otak dalam dirinya. Alasan pertama lebih bercorak filosofis, yakni bahwa manusia berbeda dari makhluk ciptaan lainnya karena kekampuan mental dan spiritualnya. Alasan kedua yakni bahwa janin yang tidak berhasil membentuk otak dalam dirinya ternya akan mati dengan sendirinya.
2.      Usaha Pencegahan Kehamilan
Penceghan kehamilan atau pencegahan kelahiran, harus dibedakan antara usaha kontrasepsi dan birth control. Yang pertama-tama perlu digaris bawahi ialah pentingnya motivasi yang benar dari suami-istri dalam mencegah kehamilan. Motivasi itu selayaknya tidak diwarnai oleh egoisme atau materialisme, malainkan oleh rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Pencegahan kehamilan dengan pantang berkala, alasannya cara itu menghormati sepenuhnya tubuh wanita. Cara itu memacu suami dan istri untuk bekerja sama dalam mensukseskan usaha pencegahan kehamilan secara berdua, karena suami juga perlu terus-menerus berdialog dan belajar semakin mengenal keadaan istrinya dan melatih suami dan istri mengatur hawa nafsu seksual.
Kondom, pessarium atau dutch cap dan obat-obat pembunuh sperma mempunyai cara kerja yang sama,yakni mencegah masuknya sperma suami kedalam rahim dan saluran telur istri.Cara pencegahan kehamilan yang masih menimbulkan perbedaan pendapat adalah pemandulan dan penggunaan spiral. Pemandulan merupakan invervensi medis yang tidak bersifat menyepurnakan kondisi fisik, melainkan justru mengubah kondisi fisik yang sebenarnya normal. Penggunaan spiral ditentang oleh cukup banyak moralis karena memungkinkan efek abortifnya.
3.      Pengadaan Anak Secara Buatan
Kemajuan teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk mencegah kehamilan, melainkan juga untuk menggadakan anak buatan, artinya tanpa hubungan seks antara suami-istri. Cara pertama adalah inseminasi yaitu dengan memasukkan sperma kedalam rahim wanita ketika sedang masa subur. Cara kedua adalah bayi tabung caranya sel-sel telur diambil dari saluran telur lalu masing-masing dimasukkan kedalam sebuah tabung, tabung itu dimasukkan pula sperma suami setelah beberapa hari akan tampaklah muncul embrio dalam beberapa tabung. Sekitar 3 embrio yang paling baik dimasukkan kedalam rahim ibu.
Dengan cara ectogenesis caranya ialah dengan pembuahan dan pengembangan janin seluruhnya dalam tabung. Setelah dihasilkan embrio yang baik dengan cara pembuahan dalam tabung fertilisasi, embrio dipindahkan dalam tabung yang lebih besar yang dapat diharapkan dapat berfungsi sebagai rahim buatan. Dengan cara Cloning caranya ialah dimaksudkan sebagai usaha untuk mendapatkan anak tanpa sperma pria sama sekali. Memberi rangsangan pada sel telur dengan harapanmemebelah diri terus menerus.
4.      Pemeliharaan Kehidupan  Dalam Rahim
Sejak pembuahan atau paling lambat setelah embrio berhasil membentuk otak pada hari ke 20-40 hidup manusia baru itu harus dilindungi. Dengan amniocentesis yang dilakukan oleh tenaga medis, ibu-ibu dapat mengetahui keadaan janin dikandungan dengan lebih tepat. Amniocentensis tidak boleh diapakai untuk usaha pengguguran. Usaha pengguguran karena motivasi egolistis dan materialistis.
5.      Pemelihraan Kehidupan
Sejak lahir,bahkan sudah dalam kandungan manusia dapat hidup dengan baik apabila ia sehat. Usaha memelihara kehidupan,kita wajib memelihara dan kehidupan sesama dengan usaha-usaha yang sesuai dengan kemampuan kita. Dengan memelihara kehidupan kita, kita juga wajib mencegah penyakit dan rasa sakit, hal yang dilakukan imunisasi, pemebersihan lingkungan hidup dan menghindari kebiasan buruk (merokok,miras, narkoba dan sebagainya). Akhirnya kita sadari bahwa kesehatan manusiaitu sangat lah penting.
6.      Menghayati Akhir Hidup
Betapapun orang menjaga kesehatan dan mencegah segala penyakit, akhirnya ia juga akan mati. Tapi kapankah manusia layak dikatakan mati? Secara sederhana orang menyebut kematian saat orang menghembuskan nafas terakhir dan jantung berhenti berdetak. Secara ilmiah menyebut norma kematian saat berhentinya fungsi otak. Kematian otak itu dapat dipastikan dengan alat pencatat fungsi otak. Euthanasia lansung artinya penghentian kehidupan secara sengaja karena belas kasihan. Euthanasia tidak langsung usaha yang akhirnya mengakibatkan atau mendekatkan kematian walaupun sebenarnya sama sekali tidak dikehendaki.
orang yang menderita sakit yang tak tersembuhkan membutuhkan pendampingan yang penuh pengertian dan kesabaran. Karena itu, ia perlu ditemani sehingga secara bertahap ia akhirnya mau menyerah pada kehendak Tuhan. Kematian emang mengerika bagi siapa pun, tetapi bila kenyataan itu pun diterima, orang akan dapat menghadapinya dengan lebih tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar